Tak berlebihan jika menyebut hari ini sebagai hari bahagia tapi juga sekaligus hari duka cita.
Ahad, 28 Desember 2008 menjadi hari yang bahagia bagi temanku, melepaskan masa lajangnya pada usia 23 tahun untuk membina keluarga yang harmonis. Sakinah, mawadah warahmah sebagai bentuk ibadah kepadaNya. Pagi-pagi berangkat dari Jogjakarta dengan sepeda motor menempuh perjalanan jauh menuju Sukoharjo, Jawa tengah. Setelah bingung cari jalan dan berputar-putar selama dua jam lebih, akhirnya ketemu juga tempatnya. Canda, tawa dan sendau gurau tak bisa terelakkan ketika bersua dengan ikhwah-ikhwah lainnya.
Ba’da Zuhur akhirnya diputuskan untuk kembali ke Jogja. Sampai diperjalanan dihantam hujan deras. Dan baru nyampai di kost ba’da Ashar. Capek, penat dan ngantuk. Pas mau mandi sabun dan shampo habis. Terpaksa beli dulu di warung terdekat. Namun saat kembali lagi di kost darahku tiba-tiba naik hingga ke ubun-ubun. Karena apa ???
TVOne mengabarkan berita eksklusif tentang serangan membabi buta Israel (laknatullah) ke tepi barat jalur Gazza, Paletine. Dalam 2 hari saja serangan tersebut telah menewaskan (Syahid insyaAllah) 270 orang dan melukai lebih dari 700 penduduk sipil lainnya. Sungguh biadap!!!
Berbagai bangsa mengutuk, tapi Israel terus maju. Dengan alasan mempertahankan wilayahnya dari serangan mujahid-mujahid Palestine (Forza Hamas Soldiers…), mereka menempatkan tank-tank dan alat berat perang lainnya disekitar perbatasan Israel-Palestine. Bahkan dikabarkan bahwa Israel telah menyiapkan 6000 pasukan cadangan untuk menginvasi wilayah Gazza (Ternyata Israel sudah yakin bakal kalah duluan, buktinya mereka menyiapkan pasukan cadangan dengan jumlah besar untuk mem-backup pasukan intinya).
Israel memang tak pernah kapok. Walaupun sudah diperingatkan oleh PBB tetap saja tak digubris. Toh PBB hanya berani mengingatkan & nihil akan penyelesaian akhir. Amerika? Tak bisa diharapkan banyak. Bahkan Barrack Obama tak berani memberikan statement kecaman kepada Israel.. Alih-alih mendukung palestine, pemerintah Amerika justru mencari kambing hitam lainnya, HAMAS.
Sekarang tak banyak yang bisa kita lakukan. Masalah wilayah menghalangi kita untuk berjihad langsung kesana. Bantuan dana dan obat-obatan juga mengalami kesulitan masuk. Kalaupun bisa lewat bukan tidak mungkin akan dipotong oleh para monster-monster penjaga perbatasa. Satu hal yang pasti, do’a kita sangat mereka butuhkan, agar eksistensi keimanan bangsa Palestine tetap terjaga dan kobaran api semangatnya tetap membara. Do’a yang datang bertubi-tubi dari ummat Islam-lah yang kelak akan bergulat dengan takdir bangsa Paletine. Mengubah kekalahan, penderitaan dan kehancuran mereka menjadi kemenangan yang gilang gemilang.
MOBILISASI DO’A KALIAN UNTUK MEREKA – RAKYAT DAN PEJUANG PALETINE – AGAR COBAAN INI BERBUAH MANIS UNTUK KEMENANGAN MEREKA…
ALLAHUAKBAR!!!
DAN MATA DUNIA PUN TERPUSAT PADA SATU TITIK :
DIarsipkan di bawah: Amerika dan Zionis, Dunia Islam















