Akhirnya terjawab sudah teka-teki akan pandangan dan tindakan yang akan diambil oleh presiden terpilih Amerika Serikat, Barrack Hussein Obama, terhadap situasi di jalur Gazza. Sangat mengecewakan. Itulah yang dapat kugambarkan dari pidato kepresidenannya hari ini, jum’at 23 Januari 2009. Tidak ada perubahan sikap yang berarti dan cenderung sama seperti para pendahulunya. Masih saja membela buta zionis Israel.
Dalam pidatonya tersebut Obama menyatakan bahwa Amerika dibawah pimpinannya akan selalu berkomitmen terhadap keamanan Israel dari roket-roket yang diluncurkan oleh Hamas, ia menilai tidak ada satupun demokrasi di dunia yang dapat menerima hal tersebut. Ia juga mengatakan bahwa harapan dan masa depan rakyat Palestina adalah harapan yang kosong dan semu. Tak ada satupun pembelaan untuk bangsa Palestina dalam pidatonya. Yang ada hanyalah pernyataan-pernyataan yang melindungi Israel dan seolah Israel adalah korban kekejaman selama bertahun-tahun dari bangsa Palestina.
Hal ini kembali membuktikan kepada dunia, siapapun presiden yang memimpin Amerika, perlindungan dan pembelaan absolut terhadap Israel tetap akan berlaku. Jangan menyangka hanya karena pernah tinggal sebentar di Indonesia dan Kenya serta memiliki nama tengah Hussein lantas menaruh harapan yang teramat tinggi kepadanya. Itu adalah kesalahan besar !!!
Dalam pidatonya Obama sangat mengutuk serangan roket para pejuang Hamas, namun sama sekali tidak menyinggung kekejaman dan kebrutalan para penjajah zionis Israel. Padahal kerugian materi dan jiwa yang ada sangatlah tidak berimbang. Serangan zionis Israel dalam waktu dua puluh hari saja telah menewaskan lebih dari 1300 jiwa dan melukai 6000 lainnya serta kehancuran kota yang kerugiannya ditaksir tak kurang dari 2 milyar dollar. bandingkan dengan serangan roket Hamas yang sebenarnya merupakan pembelaan diri dari serangan zionis. Hanya menewaskan 13 orang dan sebagian besarnya adalah para tentara Israel. Jadi siapakah yang sebenarnya teroris ???
Sebenarnya hal ini tidak terlalu mengejutkan buatku. Dari awal masa kampanyenya Obama telah mengisyaratkan akan berkomitmen kepada Israel. Saat kunjungannya ke Tel Aviv, ibu kota Israel, ia pernah menyampaikan pernyataan yang cukup populer. ”Seandainya rumah Saya diserang dengan roket, maka saya juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Israel”.
Huff… Rasanya aku ingin berkata didepan muka Obama, ”Hei bung, apakah Anda tidak ingat bahwa rumah Anda saat ini adalah rumah yang kau rebut secara paksa dari orang-orang Palestina secara tidak ber-perikemanusiaan? Dan kini orang tersebut Kau biarkan terlunta-lunta di tenda pengungsian, dan Kau masih saja tidak puas atas perilakumu. Kau aniaya orang tersebut dengan seribu pukulan. Namun saat sebuah pukulan yang merupakan pembelaan diri darinya menyerempet sedikit saja di wajahmu, maka Kau berkata dan berteriak bahwa orang itu telah mencoba untuk membunuhmu. Itukah yang kau sebut sebagai keadilan berdemokrasi???”
Sebuah peringatan keras bagi kita bangsa Indonesia. Tidak ada satupun hal politik Amerika yang dapat kita percaya sama sekali, tidak ada politik Amerika yang tidak mendukung gerakan zionisme dan jangan pernah berharap terlalu tinggi kepada bangsa teroris ini.
DIarsipkan di bawah: Amerika dan Zionis, Dunia Islam



udahlah sabar aja mas, mudah2an konflik israel-palestina cepat terselesaikan, kita berdoa aja, ok!
ooo iya salam kenal ya
Ya seperti itulah orang2 yahudi yang dapat menyetir seluruh orang di dunia ini
sampai2 seorang no 1 di amerika saja disetirnya
Itu sudah ditakdirkan kepada orang2 yahudi bahwa mereka diberikan kepintaran
kepintaran segala hal
sampai sampai mereka pintar menipu semua orang melalui media massa
Sebuah peringatan keras bagi kita bangsa Indonesia. Tidak ada satupun hal politik Amerika yang dapat kita percaya sama sekali, tidak ada politik Amerika yang tidak mendukung gerakan zionisme dan jangan pernah berharap terlalu tinggi kepada bangsa teroris ini.
betul sekali. . .
salam dansa
setuju!!!!