Layaknya sebuah pertarungan gladiator di abad pertengahan eropa, pertarungan antar manusia dan hewan itu akhirnya diselesaikan oleh kemenangan salah satu species yang bertanding. Stadion Lebak Bulus Jakarta yang menjadi Collesium pada pertandingan kali ini memberikan tuah yang luar biasa bagi kejayaan sang Beruang Madu. Dua gol dari taring sang beruang – T.A. Musafri – mengkandaskan perlawanan jagoan betawi tersebut.
Menurutku, inilah permainan terbaik Persiba Balikpapan selama berlangsungnya Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. Walaupun saat ini aku tidak sedang di Balikpapan, tapi banyak suara-suara sumbang yang terdengar kala Persiba bertanding. Baik di kandang (stadion Sempaja Samarinda – Selama putaran pertama Persiba harus mengungsi ke Samarinda karena masih berlangsungnya renovasi stadion Persiba) maupun di tandang. Dan permainan seperti inilah yang membuat aku sebagai anak asli Balikpapan bangga dibuatnya. Setidaknya bisa sedikit berbangga hati dibanding teman-teman di kostku (he..he…).
Dari pengamatanku ada beberapa faktor penting yang membuat Persiba bisa dengan luar biasa bermain cantik dan memenangkan pertandingan, diantaranya :
- Overconfidence
Inilah faktor utama kemenangan Persiba atas Persitara saat bertandang ke Jakarta. Kemenangan Persitara atas tim besar PSM Makasssar tiga gol tanpa balas dan rekor gol tercepat di DISL oleh salah satu legiun asing teranyar-nya – Prince Kabir Bello – menumbuhkan kepercayaan diri yang berlebihan dalam dada para punggaawa Persitara.
Kemenangan atas PSM itu lantas menjadikan Persitara diatas angin dan jauh diunggulkan atas Persiba yang sebelumnya bermain buruk saat berhadapan dengan Persib Bandung di stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Berbagai tayangan sport televisi menggadang-gadang Prince Kabir Bello sebagai pangeran yang menakutkan dan sangat haus akan gol.
Materi pemain Persiba yang dibawah para pemain PSM dianggap sebagai musuh yang mudah untuk ditaklukkan. Hal ini jelas terlihat beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Ruang ganti pemain Persitara dipenuhi oleh suara riuh rendah, bahkan beberapa pemain terlihat men-cat rambut mereka dengan warna biru, termasuk sang pelatih (setidaknya inilah yang tersiarkan di ANTV). Sebuah bukti bahwa mereka terlalu pede dan yakin dapat menaklukkan Persiba.
Saat kick off dibunyikan wasit mereka juga terlihat sangat santai, terlalu sabar untuk memberikan pressure kepada para pemain Persiba. Hal sebaliknya justru ditunjukkan para pemain Persiba, kekalahan atas Persib Bandung pada pertandingan sebelumnya menumbuhkan semangat juang yang tinggi, sehingga sejak detik-detik awal Persiba sudah memberikan tekanan yang luar biasa bagi kubu Persitara.
- Andrian Dario Trinidad
Memang benar apa kata hati para PersibaMania yang tergabung dalam Persiba Fans Club (PFC). Keinginan mereka agar manajemen Persiba mendatangkan kembali bomber haus gol ini ke Persiba Balikpapan membuahkan hasil yang gemilang. Aksi dan skill individunya dalam menghadapi para pemain belakang Persitara sungguh luar biasa. Gerakan-gerakannya masih lincah seperti dulu, saat ia membela Persiba pada setengah musim awal Liga Djarum Super (LDS) Indonesia 2007/2008.
Sekedar informasi, setengah musin bersama Persiba Balikpapan, Andrian Trinidad berhasil menyarangkan sebelas gol ke jala lawan-lawannya. Itu belum ditambah dengan gol-golnya selama Copa Dji Sam Soe. Striker yang didatangkan dari Perth Glory (Australia) ini memang tajam luar biasa. Tak heran, walaupun keluar dari Persiba dengan kaki yang cedera, klub sekelas Perth Glory ternyata juga butuh tenaganya. Bahkan ia masuk sebagai jajaran pemain yang paling dipercaya disana. Setidaknya itu bisa kita simpulkan dari peraturan per-transfer-an pemain yang dikeluarkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI) yang membuat suatu standar bahwa pemain yang layak bermain di DISL haruslah memiliki rekor bermain di klub lamanya minimal sebanyak 75%.
Walaupun pada pertandingan tersebut Trinidad tidak mencetak gol, tapi motivasi yang ia berikan kepada pemain lainnya dapat aku rasakan. Walaupun ia baru tiba dari Argentina pada hari Jum’at dan langsung menjalani medical check up sebagai salah satu syarat bermain di DISL. Kemudian Sabtu berlatih bersama tim dan Minggu turun sebagai starter, tidak tampak kecanggungan dalam permainannya. Ia langsung nyetel dengan tim.Ciri-ciri seorang pemain yang memiliki kualitas tinggi. Aliran-aliran bola dari kakinya mampu dimaksimalkan dengan sempurna oleh Gaston Castano maupun Musafri untuk menjadi peluang yang membahayakan gawang Persitara.
Sebenarnya kabar masuknya Andrian Trinidad kedalam skuad Si Biru Beruang Madu sungguh mengejutkan. Hingga sebulan lalu tidak kabar apapun yang berhembus tentang pemain ini. Yang ada hanyalah teriakan-teriakan para PFC yang menuntut manajemen menghadirkan para striker yang berkualitas. Sebelumnya Persiba telah memecat striker asingnya, Pepito Sanusie. Striker timnas Sierra Leon ini dianggap gagal memenuhi kriteria seorang striker yang dibutuhkan Persiba. Kemudian datanglah Gaston Castano dan Ridouan Barkoui. Namun sayang Ridouan ternyata telah terikat kontrak dengan Persiwa Wamena dan akhirnya berlabuh disana. Persiba kembali mencari sosok striker asing yang tajam. Eks penyerang Persija Jakarta, Roger Batoum hadir ditengah-tengah kegelisahan itu. Bahkan direktur teknis Persiba, Daniel Roekito telah memberi mandat kepada pengurus untuk segera menyodorkan kotrak kepada Batoum. Ditengah proses tersebut tiba-tiba H.Syahrir HM Taher – Ketua Umum Persiba – mendapat telepon langsung dari Andiran yang mengatakan ia ingin kembali membela Persiba Balikpapan. Keinginan ini kemudian disambut dengan suka cita oleh para PFC dan manajemen-pun segera mengurus kepindahan sang striker serta kembali memulangkan Roger Batoum ke Semen Padang, sebelum akhirnya dibeli oleh Persebaya Surabaya.
Dan Trinidad berhasil menunjukkan bahwa manajemen tidak salah memberikan ia kepercayaan lagi sebagai salah satu beruang-beruang ganas dari Balikpapan.
- 3-4-3
Strategi inilah yang mengacaukan rancang bangun kesebelasan Persitara. Apa pasalnya? Sejak ditangani Daniel Roekito, Persiba praktis selalu bermain dengan pola 3-5-2 dengan Castano dan Musafri sebagai tandem mematikan. Namun seiring dengan masuknya Trinidad pola itu berubah drastis menjadi 3-4-3 dimana Musafri beroperasi di sebelah kanan dan Trinidad di sebelah kiri dengan Castano sebagai center attacker-nya. Namun ternyata pola ini juga cukup fleksibel, dimana musafri bisa begerak ke kanan dan ke kiri. Castano juga kerap bertukar posisi dengan Trinidad. Ini tentu saja membuat pusing para pemain bertahan Persitara, mengingat Persitara adalah tim dengan rekor kebobolan terbanyak di DISL. Lubang inilah yang dimanfaatkan betul oleh para striker persiba, tridente Trinidad, Musafri dan Castano yang sangat mengerikan.
Bukti sahih keberhasilan strategi ini adalah lahirnya dua gol lewat aksi cantik Musafri. Gol pertama ia lakukan setelah melewati seorang pemain belakang Persitara di sebelah kiri pertahanan dan melepaskan shooting keras dengan kaki kirinya. Sedangkan gol keduanya juga dihasilkan dengan sangat gemilang. Setelah berhasil membebaskan diri dari kawalan bek Persitara, Musafri kemudian men-dribble bola seorang diri menyisir sisi kanan pertahanan Persitara sebelum akhirnya ia melepaskan temabakan dengan kaki kanannya. Dua gol gemilang dari seorang striker luar biasa lewat kedua kakinya. Dan sekali lagi pola ini sangat membantu pergerakan Musafri karena beberapa bek Persitara terpaku dengan pergerakan tanpa bola yang dilakukan oleh dua striker asingnya, Castano dan Trinidad. Bahkan menurutku Persiba seharusnya mampu memasukkan lima gol sekaligus ke gawang persitara. sebuah umpan matang dan terukur Castano dari sisi kiri berhasil disontek dengan manis oleh Musafri dan menipu kiper Persitara, namun sayang bola belum mengarah pada sasarannya. kemudian aksi dari Castano yang sudah berhadapan dengan kiper Persitara juga belum membuahkan hasil. Momen indah itu justru ia berikan dengan mengumpankan bola kepada pemain Persiba lain yang sudah lebih dulu terperangkap off-side. Dan menjelang laga berakhir Musafri hampir kembali melesakan gol untuk ketiga kalinya jika saja tendangannya tak melambung diatas mistar gawang tuan rumah.
- Tekanan Supporter
Sejak tertinggal leat gol cepat Musafri, beban yang dipikul pasukan Jakarta Utara ini semakin berat saja. Tekanan supporter Persitara – NJ Mania – yang menginginkan tim kesayangannya bermain kesetanan seperti saat menekuk PSM membuat para pemain di lapangan semakin tertekan. Persitara berusaha bermain cepat untuk sesegera mungkin menyamakan kedudukan. Tapi apa lacur, Persiba bermain sangat disiplin. Marking Zone yang diterapkan bek-bek tangguh Persiba melalui komando Mido Dadic berhasil mematahkan tiap serangan Laskar si Pitung. Ini membuat furstasi para pemain Persitara. Bahkan ketika wasit memberikan dua kesempatan emas bagi persitara untuk menyamakan kedudukan melalui titik putih, terlihat para pemain persitara sangat tegang. Rahmat ’poci’ Rivai yang melakukan eksekusi pinalti melesatkan si kulit bundar ke pojok kanan gawang I Made Wirawan. Namun dengan kesigapannya Made berhasil membaca arah bola dan mem-blok bola sehingga gagal untuk masuk ke dalam gawang. Sedangkan pada kesempatan kedua, pemain yang dielu-elukan para NJ Mania, Prince Kabir Bello juga gagal melesatkan bola kedalam gawang setelah tendangan pinaltinya melambung diatas mistar gawang Made. Sebuah indikasi jelas bahwa para pemain Persitara sedang dalam tekanan hebat.
- I Made Wirawan
Seperti yang sudah saya singgung tadi, Made Wirawan bermain dengan performa sangat baik. Sebuah tendangan pinalti dari The King of Pinalty, Rahmat Rivai berhasil digagalkan dengan sangat sempurna. Bahkan walaupun tidak berperan dalam kegagalan pinalti kedua oleh Prince Kabel Belo, karena bola yang ditendangnya melambung diatas mistar gawang, Made sudah berhasil menebak dengan benar kemana arah bola yang akan dilesahkan oleh sang striker.
Selain dua peluang emas Persitara tersebut, Made juga mematahkan berbagai peluang tim tuan rumah, diantaranya peluang Prince yang sudah berhadapan one to one dengan Made. Bahkan saat itu Prince sempat memberikan dua shooting kerasnya, namun lagi-lagi Made berhasil menggagalkan peluang tersebut. Masih pada babak pertama, penetrasi yang dilakukan pemain sayap Persitara juga hampir saja membuahkan gol. bola sungkit yang dilepaskannya kearah gawang persiba berhasil di belokkan keatas oleh Made. Juga masih ada peluang dari John Tarkpor melalui tendangan bebasnya, namun juga masih kandas didalam pelukan Made.
Sebuah kredit besar ditunjukkan untuk Made sebagai penjaga gawang yang pantas untuk diberi label sebagai kiper kelas satu di Indonesia. Dan penampilan gemilang ini tidak hanya sekali ditunjukkan oleh Made, Saat siaran langsung Persiba melawan Persija Jakarta dan Persib Bandung, performa Made juga mendapat pujian, sanjungan dan acungan jempol dari para komentator. Good Luck Made…
Yap, setidaknya lima faktor inilah yang berperan penting bagi kemenangan anak asuhan Daniel Roekito. Selain tentunya semangat juang yang tinggi dan determinasi yang luar biasa sejak menit awal . Oiya, faktor-faktor diatas bukan berarti mengkesampingkan peran pemain-pemain lainnya dalam tubuh Persiba. Semua pemain bermain sangat baik, namun tetap saja selalu ada yang terbaik diantara yang terbaik.
Sekali lagi Selamat untuk tim kesayanganku, Persiba Balikpapan atas kemenanganmu melawan si Pitung. Namun ingat, jangan pernah menjadi jumawa. Jangan sampai kemenangan ini membuatmu bernasib sama seperti Persitara. Maju terus Persiba Balikpapan… Kami selalu setia mendukungmu…
DIarsipkan di bawah: Sports



kamu kalau main bola cakep sekali.ajarin ajkau dong main bollanya biar cakep bgt ,bambang kaya gitu juga kan inilah
TAmusafri